Selasa, 25 November 2008
Penjajahan = Laki - Laki ??
Rabu, 19 November 2008
SUDAH KRONIS!
Minggu, 26 Oktober 2008
86 jam
Senin, 13 Oktober 2008
45-67-89-0!
Senin, 06 Oktober 2008
123
Sabtu, 27 September 2008
27 Sept 2008
25 sept 2008
Rabu, 24 September 2008
lembaran kemungkinan itu...
‘awal yang buruk tidak akan berujung pada kebenaran….’ Sengaja kalimat itu kutulis disebuah buku kecil yang selalu kubawa kemana-mana. Sekarang, kalimat itu terbaca jelas, sangat jelas sampai aku sadar bahwa semua yang terjadi pada hidupku adalah sebuah kesalahan.
‘masa lalu selalu mengawali keadaan hari ini dan menjadi bayangan masa depanmu’ Lembaran kedua bukuku, terbaca lagi sebuah kalimat sarat realita. Hari ini aku sekarat, bernyawa tapi tak merasa hidup. Lalu teringat masa laluku yang selalu membuahkan senyum pahit. Ya, masa lalu itulah yang mengawali hariku ini, dan mungkin akan selalu membayang di masa depanku nanti. Lagi-lagi tersenyum pahit, aku terjebak.
‘buka matamu, buka pikiranmu, akan ada pelajaran dari orang-orang diluar sana…’ Lembar ketiga, tertulis dari ucapan seseorang. Merasa kosong karena kalimat itu. Sampai saat ini aku tidak tahu apa itu percaya, pada semua orang, pada diriku sendiri. Selama ini hanya berpenggang pada keyakinan, bukan percaya. Menyedihkan menurutku, tapi percaya hanya akan membuahkan rasa sakit. Mungkin ini karma keyakinanku. Entahlah…
‘aku adalah aku’ Kertas keempat kubuka, kotor. Sekotor diriku sekarang.
bersambung.........
Senin, 16 Juni 2008
Peluk cium untuk Baruna tersayang
ISENK AAAAHH..................
camkan, aiR!!
BiaRkan aku!
- Tak terbantahkan kalau ‘air’ itu selalu dibutuhkan!!! Buat minum kalo haus, buat mandi kalo uda mulei kecut, buat nyuci-nyuci kalo ada yang kotor, buat wudhlu kalo lagi ‘butuh’, buat cebok kalo lagi……hehehe
- Air tidak pernah lepas dari mereka yang ngaku ‘manusia’!!!! Sebuah riset mengatakan, bahwa tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air! Ada darah, ada air mata, ada air liur, ada cAIRan empedu, ada keringet, ada ingus kalo lagi pilek, ada air seni kalo lagi kebelet pipis, ada air mani buat bikin anak...
- Tempat tinggal kita ( Indonesia_Red ) selalu dikelilingi air!!! 80% wilayah Indonesia adalah air! Ada laut, ada sungei, ada danau, ada waduk, ada telaga, ada selokan, bak mandi kita juga isina air……
- Air tidak munafik!!!! Selalu berubah bentuk mengikuti wadahnya, selalu mengalir dari ketinggian, menurutku bukan karena dia plin plan! Dia hanya terlalu pintar beradaptasi……
- Air itu baik hati!!! Menyerap memberi hidup tanah yang gersang, menyiram kesejukan panasnya api, menguap menawarkan massa pada udara……
- Air itu kuat dan dermawan!!! Hujan yang memberi waktu pada perenungan, tsunami yang menyadarkan, banjir yang menegur……
- Air itu selalu jujur!!! Tak segan mengeruh karena kotor, bening ketika bersih, berbuih putih, membiru, menghijau, menghitam,…
- Air itu tidak pernah sombong!!! Bukankah paparan diatas sudah menggambarkan betapa bersahajanya ‘air’? tapi tetap dia memberi kehidupan bagi mereka yang yakin. Pada makhluk-makhluk basah itu, pada karang-karang yang tenggelam. Air menjaga mereka dalam dingin yang menyejukkan… Jadi….apa yang kau ragukan lagi ? Cukup sudah bagi keyakinanmu untuk menyelam dan berenang di kehidupannya……
kepada Tuanku....
Jumat, 30 Mei 2008
Ibu...
Senin, 26 Mei 2008
ceRita maLam
Anak kecil itu terdiam di kamarnya. Hari sudah larut, tapi ia tak hentinya meratap, mengapa ia tidak dianugrahi sebuah kemampuan untuk berpikir lebih dari apa yang ia inginkan. Ia terkesima melihat betapa luas lautan, ia takjub ketika memandang pelangi, dia heran kenapa malam berbintang itu justru menakutinya, dia berpikir…dia berpikir…dia berpikir…tapi selalu terhenti sebelum menjawab.
Anak kecil itu selalu ingin mengatasi apapun sendirian. Tidak dengan tangan ayah bunda. Tidak dengan tangan siapapun, hanya tangan kecilnya.
Pernah suatu hari ia ingin mengambil roti kesukaannya diatas lemari. Ia meloncat, tapi tidak sampai. Dia mengambil kursi dan menaikinya, tetap tidak sampai. Ayahnya ingin menolong, tapi dia tetap bersikukuh mau mengambil roti itu sendiri. Setiap hari ia mencoba tapi selalu gagal. Seminggu kemudian, dia mengambil kursi lalu menaruh dingklik diatasnya, kemudian ia naik. Akhirnya sampai juga roti itu ditangannya. Ia girang bukan kepalang……tapi ketika ia membuka bungkusnya, roti itu sudah berjamur.
Anak kecil itu menangis…kenapa tubuhnya begitu kecil hingga tak bisa menjangkau? Kenapa ia tidak bisa berpikir lebih cepat agar ia bisa memakan roti kesukaannya sebelum berjamur?
Anak kecil itu tetap di kamarnya. Padahal hari sudah berganti nama. Apa yang salah pikirnya. Apa ia harus menunggu menjadi dewasa untuk bisa berpikir lebih? Kenapa manusia selalu terjebak dalam ruang dan waktu tanpa bisa memilih? Mengapa semua proses pertumbuhan yang dijalani teman2nya dengan tawa justru sangat membuatnya menderita?
Tak kunjung dia berdiam. Sampai ayam diujung jalan rumahnya berteriak…ia terjaga! Sudahlah……kalaupun ia harus terjebak, toh ia bisa terus berontak berusaha. Benturkan saja terus keinginan dengan keadaan!!pasti akan ada yang pemenangnya!! Kalau keinginan yang menang, ia akan membuat keadaan berpihak padanya. Kalau ternyata keadaan tetap bebal bertahan, ia akan berkompromi, mencari celah agar tetap bisa tersenyum ketika menjalaninya.
Kemudian anak kecil itu terpejam…lelap.