Rabu, 19 November 2008

SUDAH KRONIS!

Tulisan ini kubuat pukul 8 pagi, hari Rabu tanggal 19 bulan November tahun 2008 di kamar sepi kos-kosanku. Aku terbangun dengan nafas luar biasa sesak dan kepala yang berat karena kelebihan kerja. Kenapa sesak? Karena begitu semua indera ditubuhku bekerja, aku langsung disuguhi berita ekslusif oleh tipi kesayanganku. Kenapa kepalaku menjadi abnormal? Karena realita di tipi dan kenyataan yang kualami dua minggu ini kupikir sangat berhubungan. Sayangnya aku tidak bisa berpikir runtut sekarang. Aku sadar, tapi pikiranku selalu meloncat-loncat seenaknya. Dan ini ga sehat, harus ada output dari sel-sel kelabuku! Maka kusepakati diriku untuk mengabadikan ketidaksehatan kepalaku ini pada sebuah tulisan…. Hehehehe…. Aku tak bisa berhenti tertawa prihatin. Melihat para pahlawan (tanpa ID) itu tak bisa bertanggung jawab atas predikatnya. Lihat kelakuan mereka, cabul sana cabul sini! Anak SD yang vaginanya belum jadi aja tetap diubek-ubek! Semakin kuat saja keyakinanku bahwa negeri kita ini sakit. Lihat juga mereka yang berstrata mapan dan nama belakang dengan gelar mentereng. Jelas, pengalaman mereka banyak, jatuh bangun kesakitan. Tapi kok ya masih kecil nyalinya? Heiii..aku Cuma mahasiswa kok! Aku ini belum bisa menepuk-nepuk jidat kalian! Kenapa takut???? Aku ini juga bukan jurnalis atau penulis yang bernobel, aku kacangangan kok! Kenapa menutup diri????? Kaliankan sukses dan pintar, kenapa tidak bisa mendukung yang lain supaya berhasil??? Atau jangan-jangan mereka melihat aura yang luar biasa bagus sehingga melihatku sebagai ancaman yang bisa menjegal reputasi mereka?? Atau suaraku terdengar begitu intelek makanya mereka jadi ciut???? Hahahaha….ternyata aku orang hebat! Tapi tetap saja kelakuan mereka semakin semakin menguatkan keyakinanku bahwa negeri kita ini SAKIT. Aku ga habis pikir, media intelektual yang setiap orang baca juga terimbas penyakit negeri. Mereka yang kritis, mereka yang adil, mereka yang berjiwa social dengan rubrik apik, dengan artikel vulgar penuh pemikiran yang sarat ironi, mereka yang hidup dengan idealisme berlabel, tapi apa??? Ternyata pengecut! Agak bergengsi sih, karena membawa embel-embel profesi! Mungkin aku subjektif dan egois karena menggenerelasasikan semua para kuli pena. Tapi kenyataan ini mengakarkan keyakinanku bahwa negeri kita ini S-A-K-I-T!!!!!!!!!!! Aku yakin Dewantara menangis bila mendengar ceritaku. Usahanya mengangkat pendidikan pada kebutuhan dan kepentingan di tingkat yang layak ternyata berjalan di luar tujuan. Tidak akan ada penerus bangsa kalau negeri ini dipenuhi dengan orang-orang yang apatis dan pengecut. Pengecut karena tidak mau dikoreksi. Aku tidak ingin menghakimi, aku ga mau menghasut siapapun yang membaca tulisan ini. Aku Cuma ingin semua orang tau bahwa aku, Dewi ‘Chapunk’ lagi kecewa. Dan kekecewaan ini lagi-lagi meyakinkanku bahwa negeri kita yang tercinta ini sedang SSAAKKIITT!

1 komentar:

Trimakasih :)
Salam semangat!