Senin, 16 Juni 2008

Peluk cium untuk Baruna tersayang

Bayangan itu ada…membias jelas di pelupuk mataku. Tak sadar, bibir inipun mengembang tersenyum…. Ah….Baruna…. Melihatnya nanti, berjalan, berlari, meloncat! Berucap patah, berteriak lantang! Ah….lagi lagi Baruna…. Huuuuuh…kangennya aku… Memeluknya saat ia menangis, menciumnya saat ia membanggakan, menyanyikannya lagu pengantar tidur,….baruna! Ya…Baruna! Dia penyematngatku sekarang! Tak berujung inginku memilikinya…. Rasa sayang ini sudah ada, cintapun tak mungkin tak ada…. Baruna…. Besar dan tumbuhlah, nak…. Jadilah permata di hati bunda….

ISENK AAAAHH..................

Bagaimana jika sebuah awal tidak dimulai dari 1 ? tetapi dari angka tak terbatas seperti layaknya akhir ? Atau, mempercayai bahwa hitam adalah simbol kesucian dan merah berarti munafik? Emmm… Bisa juga dengan menetapkan dangdut itu sebagai ‘gue bangeeed’,dan hip hop?? ‘cape deeeeee!!!’ Ha! Bukankah menyenangkan keinginan ini bisa bebas bereksplorasi, leluasa, tanpa harus terkekang oleh kata ‘seharusnya’?? Jangan mau dibelengguh donk, kalo gak mau emosi! Buntut-buntutnya??? Frustasi! Aaaaaaaaaaahh…. Sudah waktunya kita bermain dengan keberanian, bro! bunuh itu rasa takut, buang jauh-jauh yang namanya minder! Tunjukkan nyalimu!!!! nb: tuLisan ini ditujukan penuLis bagi pembaca sekaLian....bukan untuk konsumsi pRibadi.hahaha....ngomong emang gampang!!!

camkan, aiR!!

Air… Bisakah kau basuh keraguanku? Kuberi hangat untuk hapus dahagamu… Kutempatkan tanah untuk hempaskan lelahmu… Kuikuti resah aliran bisumu… Lantas apa yang kau teteskan padaku? Sekedar embun tak cukup menghidupi!! Sadarkan dirimu, air… Akupun bisa menyerah Dan keyakinan, takkan berarti apapun! Banyak pinta yang terucap, Jutaan ingin hanya berujung harap, Tak berhenti, tapi bertepi Bayangkanlah, air… Lelah kini menemaniku… Sejukkan aku! Atau perlu kupinjamkan tongkat Musa??

BiaRkan aku!

Permaisuriku hilang.. Ia berpusara dihatiku. Sering kutaburkan bunga digundukannya. Mencoba ikhlaskan semua harapan-harapan mulukku. Tapi ketika lubang itu menganga lagi…..tetap saja. Hilangnya ia tak menyamarkan sakitku. Dulu aku berontak marah, dibalas rayuan hina… Dulu aku berteriak liar, dibalas jerit tak masuk akal… Dulu aku bergerak gila, dibalas ratap tak berguna… Kini, Biarkan aku menangis sekarang. Meratapi segala dosa-dosanya… Biarkan aku bersujud nanti! Bersimpuh atas kekhilafannya… Biarkan aku lepas, bu… Biarkan aku lupakan semua, bunda… Aku lelah, ma…
‘AIR’ MENURUT CHAPUNK SUBAMBANK
  • Tak terbantahkan kalau ‘air’ itu selalu dibutuhkan!!! Buat minum kalo haus, buat mandi kalo uda mulei kecut, buat nyuci-nyuci kalo ada yang kotor, buat wudhlu kalo lagi ‘butuh’, buat cebok kalo lagi……hehehe
  • Air tidak pernah lepas dari mereka yang ngaku ‘manusia’!!!! Sebuah riset mengatakan, bahwa tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air! Ada darah, ada air mata, ada air liur, ada cAIRan empedu, ada keringet, ada ingus kalo lagi pilek, ada air seni kalo lagi kebelet pipis, ada air mani buat bikin anak...
  • Tempat tinggal kita ( Indonesia_Red ) selalu dikelilingi air!!! 80% wilayah Indonesia adalah air! Ada laut, ada sungei, ada danau, ada waduk, ada telaga, ada selokan, bak mandi kita juga isina air……
  • Air tidak munafik!!!! Selalu berubah bentuk mengikuti wadahnya, selalu mengalir dari ketinggian, menurutku bukan karena dia plin plan! Dia hanya terlalu pintar beradaptasi……
  • Air itu baik hati!!! Menyerap memberi hidup tanah yang gersang, menyiram kesejukan panasnya api, menguap menawarkan massa pada udara……
  • Air itu kuat dan dermawan!!! Hujan yang memberi waktu pada perenungan, tsunami yang menyadarkan, banjir yang menegur……
  • Air itu selalu jujur!!! Tak segan mengeruh karena kotor, bening ketika bersih, berbuih putih, membiru, menghijau, menghitam,…
  • Air itu tidak pernah sombong!!! Bukankah paparan diatas sudah menggambarkan betapa bersahajanya ‘air’? tapi tetap dia memberi kehidupan bagi mereka yang yakin. Pada makhluk-makhluk basah itu, pada karang-karang yang tenggelam. Air menjaga mereka dalam dingin yang menyejukkan… Jadi….apa yang kau ragukan lagi ? Cukup sudah bagi keyakinanmu untuk menyelam dan berenang di kehidupannya……

kepada Tuanku....

Tuan… Aku ingin terus bersamanya… Mengarungi semua samudera, Mendaki semua gunung, Menebas semua hutan, Menangisi semua kesedihan, Menertawakan semua kelucuan, Dan tersenyum atas semua kebahagiaan… Tuan… Aku ingin terus disampingnya… Berpijak di tanah yang sama, Berteduh di atap yang sama, Bernapas di udara yang sama, Berdarah karena luka yang sama, Dan, Berlari…pada tujuan yang sama… KepadaMu Tuanku, Aku meminta dan terus meminta Izinkan takdir bersahabat denganku…