Senin, 16 Juni 2008

BiaRkan aku!

Permaisuriku hilang.. Ia berpusara dihatiku. Sering kutaburkan bunga digundukannya. Mencoba ikhlaskan semua harapan-harapan mulukku. Tapi ketika lubang itu menganga lagi…..tetap saja. Hilangnya ia tak menyamarkan sakitku. Dulu aku berontak marah, dibalas rayuan hina… Dulu aku berteriak liar, dibalas jerit tak masuk akal… Dulu aku bergerak gila, dibalas ratap tak berguna… Kini, Biarkan aku menangis sekarang. Meratapi segala dosa-dosanya… Biarkan aku bersujud nanti! Bersimpuh atas kekhilafannya… Biarkan aku lepas, bu… Biarkan aku lupakan semua, bunda… Aku lelah, ma…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih :)
Salam semangat!