Minggu, 26 Oktober 2008

86 jam

86 jam lagi, aku akan menjadi tua bagi para balita. Aku diharapkan menjadi contoh dan tempat mereka bertanya. Dituntut untuk tau, mengalah, dan tersenyum atas kelakuan kurang ajar mereka :) 86 jam lagi, aku masih menjadi seorang anak diantara manula. Belum cukup pengalaman untuk membantah hal-hal ajeg menurut pemikiran mereka. Dituntut untuk selalu manut atas perintah dan arahan dengan alasan kebaikan… 86 jam lagi, aku sudah menjadi remaja bagi kehidupanku. Menjalani usia pertengahan sampai nanti hidupku berakhir. Mungkin disinilah aku dituntut untuk menjadi dewasa “ tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan….” Kata kata itu terngiang, selalu….setiap 29 menjelang. Dewasa….dewasa….dewasa…apa itu ‘dewasa’ ? Thesaurus menjawab dewasa itu sudah cukup umur, sudah tau mana baik dan buruk. Definisi klise yang tidak menjelaskan banyak hal! Jujur saja aku tidak tau pasti apa sebenarnya dewasa itu. Yang kutau, dewasa itu identik dengan keberanian, kemandirian, orientasi masa depan, dan bijaksana. Keberanian disini adalah berani menghadapi segala hal. Dalam keberanian, harus ada keseimbangan akal dan rasa. Disaat kita berada pada posisi atas, rasa mutlak bermain, agar langkah yang berani itu tidak berubah nama menjadi sombong. Ketika di bawah, akal harus berperan, agar keberanian tidak berakhir dengan mati konyol. Mandiri dalam kamusku adalah tidak tergantung pada orang lain, terutama ketika menjalani sesuatu untuk kepentingan pribadi. Dimana kita berani berjalan dengan semua kemampuan diri sendiri. Menjadi dewasa tak mungkin lepas dari orientasi masa depan. Harus ada target yang ingin dicapai. Tidak lagi berpikir hari ini, tapi bagaimana esok hari. Dan dari semua yang di atas, bijaksana adalah kuncinya. Menjadi bijaksana berarti kita harus bisa mengerti dan menerima. Mengerti dengan apa yang kita hadapi, bagaimana kita menjalaninya, untuk apa kita melakukannya dan mampu menerima segala konsekuensi pilihan itu. Itulah dewasa menurutku. Keempatnya terkait menjadi satu dalam kedewasaan. “ tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan….” Ya, dewasa adalah pilihan. Mungkin suatu saat nanti aku akan menemukan satu situasi yang membuatku tiba-tiba KLIK! Ya sekaranglah waktunya! Akan ada proses, akan ada masanya. Aku tidak ingin menjadi dewasa karena banyaknya usia, aku tidak mau menunda dewasa karena ketakutan. Tetap saja, akan ada proses, akan ada masanya… 86 jam lagi, ketika aku menjadi tua bagi para balita, menjadi anak diantara manula, sekaligus remaja bagi kehidupanku, mungkin saat itulah proses itu akan bermula dan berakhir pada suatu masa….
251008, 09:30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih :)
Salam semangat!