Sabtu, 27 September 2008

25 sept 2008

Sesaat, aku berharap jalan aspal itu tak berujung...agar roda-roda ini tetap berjalan, melaju bersama pelukan dan pantulan wajahnya. Tak bosan aku melihatnya menatap depan dengan sesekali mengerling kearahku, tersnyum, lalu menghela nafas.... Entah memikirkan apa, helaannya berat seperti hembusanku. Kami sekarat, Pucat! Malam suram, gerbang kematian jingga sudah menantiku. Roda-roda berhenti, tanganku terlepas. Tak jenak aku berdiri, Aku merebak, lalu berpaling.... Sekali lagi...aku mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih :)
Salam semangat!